liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Tipu Putri Kerajaan Saudi Kasus Jual Beli Tanah di Bali, Ibu Anak Divonis 19 Tahun Penjara

Tipu Putri Kerajaan Saudi Kasus Jual Beli Tanah di Bali, Ibu Anak Divonis 19 Tahun Penjara

GIANYAR, iNews.id – Majelis hakim memvonis 19 tahun penjara terhadap seorang ibu dan anak yang didakwa dalam Perkara Pencucian Uang (TPPU) di Pengadilan Negeri Gianyar. Kedua terdakwa adalah Evie Marindo Christina (58) dan Eka Augusta Herriyani (42).

Kedua terdakwa menipu Putri Kerajaan Arab Saudi, Putri Lolowah Binti Mohammed bin Abdullah Al Saud dalam kasus jual beli tanah di Bali.

“Putusan yang diberikan Majelis Hakim sama dengan tuntutan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Gianyar,” kata Kepala Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar I Gde Ancana, Senin (23/1/2023) .

Selanjutnya, barang bukti nomor 1 s/d 590 (fotokopi dokumen) masih disertakan dalam berkas perkara (sama dengan tuntutan jaksa). Sedangkan barang bukti nomor 591 sd 637 dikembalikan kepada saksi Puteri Lolwah melalui PT Eastern Kayan.

Dalam pembacaan putusan, terdapat perbedaan antara surat dakwaan dan putusan pembuktian. Artinya, dalam surat tuntutan itu ada 2 buah Surat Keterangan Hak Milik (SHM) yang dikembalikan kepada saksi lain karena diperoleh dari hasil lelang.

Sedangkan dalam putusan, semua barang bukti yang bernilai ekonomi dikembalikan kepada saksi Puteri Lolwah.

Terkait putusan tersebut, baik Kejaksaan Negeri Gianyar maupun kuasa hukum terdakwa menyatakan masih berpikir untuk mengajukan banding. Sidang putusan ini dihadiri Kejaksaan Negeri Gianyar Putu Gede Sumariartha Swara dan Julius Anthony.

Editor: Donald Karouw

Ikuti iNewsBali News di Google News

Bagikan Artikel: