liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Jalur Curah Kobokan Penghubung Lumajang-Malang Kembali Dibuka usai Erupsi Semeru

Jalur Curah Kobokan Penghubung Lumajang-Malang Kembali Dibuka usai Erupsi Semeru

LUMAJANG, iNews.id – Jalur alternatif yang menghubungkan Kabupaten Malang dan Lumajang dibuka kembali pasca erupsi Gunung Semeru. Jalur alternatif yang melintasi Air Terjun Kobokan di Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, dibuka kembali setelah normalisasi jalur pembersihan material vulkanik Gunung Semeru.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan pembukaan jalur alternatif ini dilakukan secara terbatas. Selain itu, dibukanya jalur tersebut juga menyesuaikan situasi di lapangan mengingat aktivitas Gunung Semeru yang masih fluktuatif.

“Jalur Curah Kobokan sudah bisa digunakan, namun masih dibatasi dengan melihat cuaca dan kondisi kendaraan juga harus disesuaikan,” ujar Thoriqul Haq di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Sabtu (10/12/2022). . )

Cak Thoriq, sapaan akrabnya menjelaskan, jalur yang sebelumnya tertimbun material vulkanik Gunung Semeru kini bisa dilalui.

“Baru hari ini alat berat sudah bisa bongkar jalur, sehingga jalur Kajar Kuning bisa dilalui kendaraan roda empat. Jembatan taktis Gladak Perak belum bisa digunakan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Lumajang, Patria Dwi Hastiadi tetap mengimbau masyarakat yang akan melintasi Jalur Hujan Kobokan untuk tetap mematuhi arahan petugas. Pasalnya, cuaca di puncak Gunung Semeru tidak bisa diprediksi.

“Tapi tetap kondisional, harus mengikuti saran dari pejabat, kalau cuaca di Semeru tidak memungkinkan dan jalur harus ditutup, saya minta masyarakat patuh,” kata Patria Dwi Hastiadi.

Editor: Rizky Agustian

Bagikan Artikel: