liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

Empati, Perajin Ini Jadikan Peristiwa Tragedi Kanjuruhan sebagai Motif Batik

Empati, Perajin Ini Jadikan Peristiwa Tragedi Kanjuruhan sebagai Motif Batik

MALANG, iNews.id – Pengrajin batik Malang Ita Fitriyah membuat motif unik berupa gambar tragedi Kanjuruhan. Motif khusus ini sengaja dibuat oleh masyarakat Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang sebagai bentuk kepedulian terhadap tragedi yang menewaskan 135 orang tersebut.

Selain itu, Ita juga beralasan, motif batik tragedi Kanjuruhan bertujuan untuk membantu para korban tragedi Kanjuruhan yang hingga saat ini masih berjuang mencari keadilan.

Motif batik tragedi Kanjuruhan diambil dari kisah putranya yang bernama Lintang, yang hadir di Stadion Kanjuruhan saat tragedi kemanusiaan terbesar kedua di dunia sepakbola itu terjadi. Tak hanya cerita anak-anaknya, cerita beberapa orang tentang betapa memilukannya tragedi Kanjuruhan juga menjadi inspirasi Ita.

“Batik Lintang membuat karya dengan motif tragedi Kanjuruhan, berdasarkan cerita anak didik kita dan juga cerita anak kita,” ujar Ita Fitriyah, Senin (26/12/2022).

Pada batik motif tragedi kanjuruhan digambarkan tangan berbentuk emoji harapan, serta pita hitam sebagai tanda berkabung. Selain itu, ada motif singa bermahkota dan ada asap merah seperti yang dialami korban untuk menggambarkan betapa mirisnya tragedi Kanjuruhan tersebut.

“Motif ini menceritakan banyak korban, kita gambar dengan tangan kita berupa emoji harapan, ada permintaan tolong dalam tragedi itu. Lalu ada selendang hitam sebagai tanda berkabung. Lalu ada singa bermahkota seperti patung di Kanjuruhan,” kata Ita.

“Selain itu ada motif asap berupa asap tragedi Kanjuruhan. Kenapa warnanya merah? Kita ambil dari mata merah yang diderita korban. latar belakang biru. , “katanya.

Dari konsep hingga pembuatan kain batik khusus untuk tragedi Kanjuruhan, Ita membutuhkan waktu sekitar dua minggu. Dimana dua minggu untuk concept photography dan dua minggu untuk proses pembuatan batik.

Editor: Ihya Ulumuddin

Ikuti iNewsJava News di Google News

Bagikan Artikel: