liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138

360 Mahasiswa UB Keracunan Massal, Insiden Terjadi usai Santap Malam di Acara Kemah Bakti

360 Mahasiswa UB Keracunan Massal, Insiden Terjadi usai Santap Malam di Acara Kemah Bakti

MALANG, iNews.id – Sebanyak 360 mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) diduga keracunan. Peristiwa peracunan massal terjadi saat ratusan mahasiswa UB mengikuti acara KKN di Desa Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Kepala Manajemen Sistem Informasi dan Humas Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) Adharul Muttaqin mengatakan, acara camping ini merupakan rangkaian dari Perkemahan Kerja Masyarakat (KKM). Kegiatan perkemahan diikuti 1.279 mahasiswa baru 2022 yang berangkat sejak Senin pagi (6/2/2023).

“Sebenarnya merupakan rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat, sehingga para peserta rutin dilakukan kecuali pada masa pandemi sebelumnya. Jadi mereka melakukan kemah bersama di alam terbuka, namun kegiatannya di masyarakat sekitar,” ujar Adharul Muttaqin, Rabu ( 7). /2/2023).

Menurut Adharul, selain mengadakan perkemahan di Kampung Jedong, Kecamatan Wagir, para mahasiswa ini juga melakukan pengabdian masyarakat dengan lima proyek. Kelima program tersebut adalah pembangunan infrastruktur penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya, pemeliharaan jalan, normalisasi saluran irigasi, sosialisasi sistem pengelolaan sampah, dan pengajaran iptek di sekolah dasar.

“Itu direncanakan empat hari, ini hari kedua (Selasa). Tadi kami juga sempat melakukan kegiatan masyarakat di sekolah, tapi sayang terjadi kejadian yang tidak terduga, sehingga kami putuskan untuk menarik semuanya,” ujarnya. .

Sejauh ini, kata Adharul, dari 1.279 siswa tersebut, tidak semuanya keracunan. Diakui ada ratusan mahasiswa yang mengeluhkan gejala keracunan, sehingga diperiksa secara intensif oleh tim medis dari Puskesmas Wagir dan polisi medis.

Editor: Ihya Ulumuddin

Ikuti iNewsJava News di Google News

Bagikan Artikel: