liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86

29 Korban Longsor di Trenggalek Dapat Huntap Bernama KIP, Apa Artinya?

29 Korban Longsor di Trenggalek Dapat Huntap Bernama KIP, Apa Artinya?

SURABAYA, iNews.id – Korban longsor di Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, kini memiliki rumah baru (huntap) permanen. Kediaman tersebut diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa, Senin (23/1/2023).

Huntap disebut KIP. KIP bukanlah kepanjangan dari nama Khofifah Indar Parawansa, melainkan Kampung Indar Permai. Total pembangunan rumah sementara sebanyak 29 unit dengan perkiraan Rp 1,45 miliar.

Biaya pembangunan masing-masing tempat penampungan sementara adalah Rp 50 juta. Saat ini, total 25 unit rumah telah dibangun di atas tanah pengalihan tersebut. Sedangkan empat rumah dibangun di atas tanah milik sendiri. Dana tersebut berasal dari Dana Biaya Tak Terduga (BTT) APBD Pemprov Jatim tahun 2022.

Khofifah mengatakan, di depan lokasi jatuhnya pesawat masih ada lahan yang bisa digunakan untuk memperkuat ekonomi masyarakat setempat. “Jadi berdasarkan pembahasan ini akan dijadikan kandang komunal atau kandang bersama. Baik bagi yang berada di penampungan sementara ini maupun warga Kampung Sumurup,” ujarnya.

Khofifah mengatakan, pendirian hunian sementara bagi warga terdampak longsor merupakan sinergi dan kolaborasi berbagai tingkat pemerintahan. Menurutnya, ada daerah yang terdampak dan berisiko tanah longsor atau longsor atau banjir.

“Ini sudah terjadi di banyak daerah. Jadi ada beberapa solusi yang bisa segera kita lakukan. Kebetulan Bupati mengatakan Pemda di sini punya tanah sehingga bisa segera digunakan untuk relokasi,” ujarnya.

Editor: Ihya Ulumuddin

Ikuti iNewsJava News di Google News

Bagikan Artikel: